Window Dressing Kado Akhir Tahun
Tren bullish IHSG di kuartal IV tutup tahun 2017 nampaknya tidak bisa dihindari. Efek bullish ini biasanya ditunggangi oleh para investor untuk melakukan window dressing.
Untuk IHSG sendiri, issue terakhir yang menjadi pendorong window dressing adalah naiknya investment grade Indonesia menjadi BBB.
Ngomong-ngomong, apa sih window dressing itu?
Window dressing merupakan suatu langkah atau strategi yang biasanya diambil oleh manager investasi maupun perusahaan untuk mempercantik portofolio atau performa laporan keuangannya sebelum ditampikan pada klien atau pemegang saham.
Fenomena window dressing terjadi di tiap penghujung kuartal, dimana perusahaan merilis laporan kuartalan (Maret, Juni, September, Desember).
Fenomena window dressing besar biasanya terjadi di akhir tahun dimana harga saham di bursa cenderung menguat atau bullish. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada bulan Desember namun dapat berlanjut sampai dengan Januari.
Hal ini dapat terlihat dalam performa IHSG pada tabel di bawah ini.
Dalam tabel dapat dilihat bahwa sejak 2007 sampai 2016 statistik kinerja IHSG selalu berujung positif dengan rata-rata kenaikan mencapai 3.3%.
Dengan fenomena window dressing ini juga banyak dipakai oleh para trader untuk mengambil keuntungan jangka pendek dimana mereka umumnya membeli di bulan November dan menjual di bulan Desembe atau Januari.
Satu hal yang perlu diperhatikan, fenomena window dressing tidak terjadi di semua emiten. Para investor dan terutama trader harus tetap menganalisa fundamental perusahaan maupun trend dari emiten yang akan ditransaksikannya. Pemilihan emiten yang salah akan berujung kerugian walau berada di fenomena window dressing.
Kira-kira apa saja yang harus diperhatikan dalam window dressing?
1. Investor / trader memilih emiten yang menjadi pendorong utama IHSG, umumnya sektor tertentu yang menjadi pendorong sudah bisa terlihat di kuartal kedua tiap tahunnya.
2. Perhatikan faktor fundamental saham yang akan dibeli.
3. Cek kembali analisa anda secara fundamental dengan analisa secara teknikal.
4. Gunakan dana anda secara cermat dan bijak.
Mungkin ada baiknya saat window dressing, investor juga mulai melirik sektor-sektor yang kemungkinan akan melaju di tahun depan. Perhatikan emiten yang saat ini masih dinilai under value sehingga dapat dibeli dengan harga rendah dan dapat melaju kencang tahun depan.
So, untuk kawan-kawan investor/trader yang sudah dapat membaca dan memanfaatkan fenomena window dressing sejak bulan lalu, inilah saatnya kita panen dan menikmati Santa Claus Effect ini sebagai berkah Natal & tahun baru. 😉
Selamat Natal 🎅🎅🎅🎅
Hufi

Komentar
Posting Komentar