Libur Tengah Tahun, Terorisme, dan IHSG

Sudah hampir 5 bulan saya tidak aktif di blog site ini dikarenakan kesibukkan yang cukup padat. So, kebetulan saya sedang take a break dan memanfaatkannya untuk liburan tengah tahun.

Ada dua pilihan awal untuk destinasi liburan saya kali ini. Asia Selatan menurut saya cukup menantang untuk dikunjungi mengingat hampir semua negara di Asia Tenggara sudah saya jelajahi dan saya mendapatkan benang merah antara beberapa negara Asia Tenggara dengan India dan Nepal. Adapun pilihan kedua adalah melengkapi badge penjelajah Asia Timur saya mengingat saya belum pernah menginjakkan kaki di Taiwan. Saya mendapatkan berita bahwa India akan bebas visa untuk 30 hari kunjungan bagi warga Indonesia, so akhirnya saya pilih ke Taiwan sembari menunggu bebas visa ke India.

Saya menginjakkan kaki pertama kali di bandara Taoyuan dan lanjut menggunakan MRT ke kota Taipei. Taipei kota yang sibuk, cukup nyaman di mana taman kotanya sangat asik digunakan untuk bersantai di pagi maupun sore hari, penduduknya jauh lebih ramah dibanding Beijing, dan biaya hidup yang relatif lebih murah dibanding Jepang maupun Korea.

Saya sangat menyukai sejarah suatu bangsa maupun bangunan tua peninggalannya sehingga bisa ditebak di Taiwan saya akan mengejar itu. Target utama saya adalah mengunjungi Chiang Kai-shek memorial hall. Dimana sebelumnya saya sempat menghabiskan liburan saya di China dan secara sejarah sangat berkaitan erat dengan Taiwan. Chiang Kai shek merupakan pahlawan besar Taiwan sekaligus mantan presiden dan pemimpin dari partai terbesar di Taiwan yaitu Kuomintang.

Di depan Chiang Kai-shek Memorial Hall

Setelah puas mengelilingi Taipei, saya mencoba rehat di Macau. Macau menjadi target kunjungan saya karena daerah ini memiliki peninggalan Portugis yang sangat cantik berupa kota tua dan tentunya yang membuat saya jatuh hati adalah Ruins of St. Paul.

Berfoto di Ruins of St. Paul Macau

Di tengah liburan saya, IHSG sempat naik secara rally untuk sepekan walau di tengah faktor kenaikan harga dollar USA terhadap Rupiah. Memang faktor-faktor ekonomis yang seperti ini sangat berpengaruh terhadap bursa efek dibanding faktor lain seperti terorisme misalnya.

Berbicara mengenai terorisme, serangan terorisme dalam sekala massive terakhir di Indonesia terjadi di bulan Mei ini tepatnya di beberapa gereja dan kantor polisi di kota Surabaya. Bagi masyarakat, kondisi ini cukup mencekam bahkan beberapa perusahaan sempat mengeluarkan warning untuk karyawannya agar berhati-hati dalam beraktifitas.

Bagaimana dengan keadaan di bursa saham?

Berikut beberapa capture screen pergerakan IHSG saat terjadi terorisme.

Pasca Bom Bali I 12 Desember 2002

Pasca Bom Bali II 1 Oktober 2005

Pasca Bom Sarinah Thamrin 14 Januari 2016

Pasca Aksi Terorisme 13-14 Mei 2018

Dari chart di atas terlihat bahwa aksi terorisme tidak berpengaruh besar terhadap pergerakan IHSG. Para investor seolah tidak takut dengan aksi terorisme yang memang lebih banyak mengarah pada Kepolisian, gereja, maupun publik.

Naik turunnya saham saat itu lebih disebabkan oleh kondisi perekonomian global dan nasional yang paling nyata terlihat di Mei 2018 di mana seluruh dunia terkena imbas dari perang dagang Amerika -China yang berefek pada pelemahan nilai mata uang sebagian besar dunia terhadap dollar Amerika. Fundamental ekonomi Indonesia sendiri masih sangat baik sehingga BI berani mengambil keputusan menaikkan BI 7days rate sebanyak total 50 points dalam rentang 1 bulan dalam 2 x periode.

Sampai dengan artikel ini ditulis, kondisi IHSG masih melemah dibanding titik tertingginya yang melebihi 6600. Sebenarnya ini adalah kesempatan emas bagi para investor long term untuk belanja besar-besaran. Seiring isu kenaikan suku bungan FED di pertengahan Juni 2018 juga masih memungkinkan pasar modal untuk bergoyang lagi.

So, di saat seperti ini, bagi saya yang memang suka bermain medium term trading dikombinasikam dengan long term investment, inilah saatnya berdansa di bursa. Hal ini bisa dilakukan di tengah liburan kita tentunya :)

Salam
Budhi






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menyimak Holding BUMN Pertambangan dari Atas Kereta

Lets start to travelling, trading, and eating!!

Break Lebaran, Pastikan Portfolio Anda Aman